Israel Makin Terpojok soal Pembentukan Negara Palestina

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mengelar voting di kabinetnya untuk menolak pembentukan negara Palestina secara sepihak (Foto: Reuters)

"Sebuah perjanjian, jika tercapai, hanya akan dicapai melalui negosiasi langsung antara kedua pihak, tanpa prasyarat," bunyi pernyataan.

Disebutkan, pengakuan sepihak atas negara Palestina seperti memberikan hadiah sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap atas serangan 7 Oktober.

Kantor PM juga menuduh serangan Hamas pada 7 Oktober yang membuat pembicaraan damai menjadi terganggu.

Pembicaraan untuk mencapai solusi dua negara, yakni negara Palestina yang meliputi Tepi Barat dan Gaza, berdampingan bersama Israel, terhenti sejak 2014.

Pernyataan kantor PM itu bertolak belakang dengan pembangkangan yang dilakukan Israel selama kepemimpinan Netanyahu yakni terus memperluas permukiman Yahudi di daerah pendudukan Tepi Barat. Komunitas internasional menegaskan permukiman itu ilegal, namun justru mendapat perlindungan dari pemerintah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
52 menit lalu

Pemimpin Oposisi Israel Tak Sudi Gabung dengan Netanyahu sekalipun Dibujuk Trump

20 jam lalu

Bentrok Penolakan Konser Andrea Bocelli, 33 Aparat hingga Bahar Bin Smith Terluka

24 jam lalu

Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Setiap Tahun: Mereka Sudah Tak Butuh!

1 hari lalu

Utang Israel Tembus Rp8.094 Triliun, Mantan Jenderal Peringatkan Keruntuhan Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal