Israel Tutup Perbatasan Rafah usai Tuding Hamas Ingkari Gencatan Senjata

Aditya Pratama
PM Israel Benjamin Netanyahu akan tetap menutup perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir hingga pemberitahuan lebih lanjut. (Foto: AP)

"Jika Hamas melanjutkan serangan ini, langkah-langkah akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata," tulis keterangan Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Hamas membantah tuduhan telah melanggar gencatan senjata. Hamas menuduh otoritas Israel membentuk, mempersenjatai, dan mendanai geng-geng kriminal yang melakukan pembunuhan, penculikan, dan membantu penjarahan.

Kelompok militan Palestina tersebut mengatakan bahwa pasukan polisi di Gaza sedang menjalankan tugas mereka dengan mengejar geng-geng tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

"Gerakan ini menyerukan kepada pemerintah AS untuk berhenti mengulangi narasi menyesatkan pendudukan," kata Hamas.

Hamas juga menyebut bahwa keputusan Netanyahu merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dan penolakan terhadap komitmen yang telah dibuat kepada para mediator dan pihak penjamin.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

57 tahun lalu

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal