Jejak Penggunaan Amunisi Uranium Terdeplesi dalam Perang, Israel Masuk Daftar?

Anton Suhartono
Dugaan penggunaan amunisi uranium terdeplesi (DU) oleh Israel terhadap Iran menambah daftar panjang penggunaan senjata kontroversial dalam perang (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id - Kabar tentang kemungkinan penggunaan amunisi berbahan uranium terdeplesi (depleted uranium/DU) oleh militer Israel dalam perang melawan Iran menambah daftar panjang kontroversi seputar senjata berdaya rusak tinggi yang membayangi konflik-konflik modern.

Meski belum ada konfirmasi resmi, laporan kehancuran masif pada fasilitas bawah tanah Iran, yang disebut-sebut memiliki sistem perlindungan bunker tercanggih, memicu dugaan bahwa amunisi DU digunakan. Senjata konvensional biasa dianggap tak cukup kuat untuk menembus target sejenis tanpa teknologi penetrator kelas berat, seperti yang dimiliki bom berpelapis uranium terdeplesi.

Daftar Negara Pengguna Uranium Terdeplesi

Jika benar Israel menggunakan DU dalam Operasi Rising Lion, negara itu akan bergabung dalam daftar eksklusif negara-negara yang pernah memakai senjata ini, di antaranya:

  1. Amerika Serikat: Pengguna utama DU sejak Perang Teluk 1991. Amunisi DU digunakan secara luas di Irak dan Yugoslavia, serta dalam beberapa operasi militer di Afghanistan dan Suriah.
  2. Inggris: Menggunakan DU dalam beberapa operasi militer, termasuk di Irak.
  3. Rusia: Diduga menyimpan cadangan DU dan memiliki kapasitas produksi, meskipun tidak ada laporan resmi penggunaannya dalam perang.
  4. NATO: Beberapa negara anggota aliansi pertahanan Atlantik Utara itu memiliki teknologi dan peluru DU sebagai bagian dari sistem antitank dan bom penembus bunker.

Dengan potensi bergabungnya Israel dalam daftar ini, maka konflik di Timur Tengah dapat menghadapi dimensi baru, tak hanya secara militer, tetapi juga dari sisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bahaya Jangka Panjang dan Kritik Internasional

Uranium terdeplesi memiliki kepadatan sangat tinggi, menjadikannya efektif untuk menembus baja dan beton. 
Namun, residu ledakan DU menyisakan debu radioaktif yang dapat mencemari tanah dan udara, serta berpotensi memicu gangguan kesehatan seperti kanker, kelainan genetik, dan penyakit pernapasan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

57 tahun lalu

Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai

57 tahun lalu

Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal