Jokowi Naikkan Pamor Sinovac usai Disuntik Vaksin Covid

Antara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) disuntik vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2021). (Foto: ANTARA)

China sangat ingin melanjutkan penguatan kerja sama dengan Indonesia, mendukung upaya antiepidemi. Selain itu, negara itu juga ingin bersama-sama mencukupi kebutuhan vaksin negara-negara berkembang dan negara-negara Islam dengan harga terjangkau.

Hal itu tentu saja membawa angin segar bagi produsen vaksin China, baik Sinovac, Sinopharm, maupun yang lainnya, di tengah berita keraguan akan kemanjurannya.

China pun tak lagi pusing dengan gunjingan media-media Barat yang membandingkan keampuhan vaksin Sinopharm dan Sinovac yang jauh berada di bawah Pfizer dengan tingkat efikasi di atas 90 persen.

Berita kematian 23 orang berusia lanjut di Norwegia yang diduga terkait dengan vaksin Pfizer seakan menjadi amunisi bagi media-media China untuk melakukan serangan balik terhadap media-media Barat.

“Kenapa media AS bungkam soal kematian akibat vaksin Pfizer?” demikian judul editorial Global Times edisi 15 Januari 2021.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
18 jam lalu

Candaan Kylian Mbappe Bikin Real Madrid Minta Maaf, Sponsor Putus Kontrak dan Liga Spanyol Distop di China

2 hari lalu

Kylian Mbappe Minta Maaf Sebut Mao Zedong Diktator, Ini Komentar China

2 hari lalu

Panas! Dokter Tifa Cecar Saksi Ade Darmawan di PN Jaktim Soal Keabsahan Ijazah Jokowi

2 hari lalu

Panas! Dokter Tifa-Ade Darmawan Debat soal Ijazah Jokowi di Sidang, Hakim Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal