Kasus Bunuh Diri di Jepang Meningkat saat Pandemi Covid-19, Perempuan Naik 80 Persen

Anton Suhartono
Kasus bunuh diri di Jepang meningkat selama pandemi Covid-19 (Foto: AFP)

Kasus bunuh diri sebenarnya sempat turun pada Juli, namun merangkak sebulan kemudian.

Menurut aktivis, perempuan paling terdampak dari sisi ekonomi karena mereka umumnya bekerja tidak tetap di industri ritel atau jasa. Sektor inilah yang paling terpengaruh akibat wabah virus corona sehingga mereka kehilangan pekerjaan.

Selama berabad-abad, di Jepang bunuh diri dijadikan solusi untuk menghindari rasa malu atau aib.

Kasus bunuh diri mencapai puncaknya di Jepang pada 2003, yakni 34.427 kasus. Kondisi itu memaksa pemerintah membuat program pencegahan komprehensif yang diluncurkan pada 2007.

Melalui kombinasi upaya pemerintah dan perusahaan mencakup identifikasi terhadap kelompok berisiko, membatasi waktu lembur, dan mempermudah akses konseling, angka bunuh diri menurun menjadi lebih dari 20.000 pada 2019.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 jam lalu

Gempa M5,9 Guncang Jepang Bertitik Pusat di Darat, Puluhan Orang Luka

16 jam lalu

Dikritik gegara Sering Tugas dari Rumah, PM Jepang Takaichi: Biar Bisa Kerja Kapan Saja!

3 hari lalu

MNC University Jajaki Kerja Sama Internship dan Peluang Karier di Jepang bersama KCC dan Dore by LeTAO

7 hari lalu

Lomba 17-an Tak Biasa, Perempuan di Terminal Kalideres Adu Kuat Tarik Bus AKAP 20 Ton

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal