Kebebasan Beragama di Ukraina Memburuk, PBB Prihatin

Ahmad Islamy Jamil
Gereja Ortodoks Ukraina. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id – Situasi kebebasan beragama dan berkeyakinan di Ukraina kian memburuk di tengah konflik yang mendera negara itu dengan Rusia. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia, Ilze Brands Kehris mengatakan, dia khawatir dua rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan Ukraina baru-baru ini dapat merusak hak beragama sebagaimana dijamin oleh hukum internasional.

“Kami prihatin bahwa dua RUU yang baru-baru ini diambil oleh Parlemen (Ukraina), yakni RUU Nomor 8221 dan RUU Nomor 8262, dapat merusak hak beragama atau berkeyakinan sebagaimana diabadikan dalam Pasal 18 Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik,” kata Kehris kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa (17/1/2023).

Kehris mengatakan, Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) sangat prihatin dengan berbagai dokumen pembatasan kebebasan beragama serta kebebasan berserikat di seluruh Ukraina.

Pada November dan Desember, dinas keamanan Ukraina melakukan penggeledahan di tempat-tempat ibadah milik Gereja Ortodoks Ukraina (UOC). Pihak berwenang di negara itu juga mendakwa sedikitnya tiga pemuka agama di sana secara pidana.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

10 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

11 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

12 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal