Kebebasan Beragama di Ukraina Memburuk, PBB Prihatin

Ahmad Islamy Jamil
Gereja Ortodoks Ukraina. (Foto: Reuters)

“Bahwa hak pengadilan yang adil diberikan kepada mereka yang menghadapi tuntutan pidana dan bahwa setiap hukuman pidana sesuai dengan hak kebebasan berpendapat, berekspresi, dan beragama,” ucapnya.

Pada 28 Desember lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan keputusan untuk menangguhkan kewarganegaraan Ukraina bagi 13 pemuka agama UOC. Zelensky juga meminta Parlemen Ukraina untuk mengesahkan undang-undang untuk melarang UOC dalam waktu dua bulan. 

Sejak itu, RUU yang memuat permintaan Zelensky itu telah diajukan. Sementara itu, beberapa otoritas lokal di Ukraina telah memutuskan untuk melarang kegiatan UOC.

UOC adalah satu-satunya gereja Ortodoks kanonik di Ukraina yang diakui oleh semua gereja Ortodoks lokal lainnya di negara tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
3 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
3 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
3 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal