Kecelakaan Kereta di India, Polisi Buka Penyelidikan Kasus Kelalaian Renggut 275 Nyawa

umaya
Polisi di negara bagian Odisha, India mendaftarkan persitiwa kecelakaan maut tiga kereta sebagai kasus kelalaian yang menyebabkan kematian (pidana). (Foto: Reuters)

NEW DELHI, iNews.id - Polisi di negara bagian Odisha, India mendaftarkan persitiwa kecelakaan maut tiga kereta sebagai kasus kelalaian yang menyebabkan kematian (pidana). Namun oposisi menuduh pemerintah mencoba mencari kambing hitam kepada individu daripada mengaku bertanggung jawab atas tragedi tersebut. 

Dilansir dari Guardian, laporan yang diajukan tidak menyebutkan nama tertentu yang bertanggung jawab. Namun mereka menyatakan kesalahan pegawai kereta api tertentu belum dipastikan. Nantinya akan berjalan seiring dengan proses penyelidikan.

Menteri Perkeretaapian, Ashwini Vaishnaw dan anggota dewan perkeretaapian mengatakan, penyelidikan difokuskan pada kegagalan sistem manajemen jalur. Sistem tersebut secara otomatis mengoordinasikan dan mengontrol sinyal untuk kereta yang melaju dan memastikan mereka selalu diarahkan ke jalur kosong.

Sebagai informasi, menurut laporan awal sebelumnya, kegagalan sinyal menjadi penyebab kecelakaan kereta. Akibat kecelakaan ini, Vaishnaw menghadapi desakan untuk mundur dari jabatan menteri. 

Lawan politik menuduh pemerintah Modi mencoba mengalihkan fokus kasus ini. Pemerintah dianggap condong akan menyalahkan individu, daripada memikul tanggung jawab dan memeriksa masalah keselamatan endemik di jaringan kereta api.

Vaishnaw mengatakan, tampaknya "sistem interlocking" otomatis ini tidak berfungsi pada Jumat (2/6/2023) sehingga mengggiring kereta Coromandel Express ke jalur melingkar. Akar penyebab dan orang yang bertanggung jawab atas tindakan kriminal telah ditentukan tetapi dia tidak mengatakan apakah kegagalan itu disebabkan oleh kesalahan teknis, kesalahan manusia, atau sabotase.

Sistem pensinyalan digunakan di seluruh jaringan kereta India sepanjang 40.000 mil. Pada hari Senin (5/6/2023), dewan perkeretaapian memerintahkan pemeriksaan sistem secara luas. Semua 19 zona di seluruh negeri diminta untuk menyerahkan laporan keselamatan minggu depan.

Pemerintah juga meminta agar Central Bureau of Investigation (CBI), sebuah lembaga pemerintah untuk memulai penyelidikan kriminal atas tabrakan tersebut. Tim CBI melakukan perjalanan ke lokasi pada Senin malam, mencari tahu apakah ada gangguan kriminal yang terlibat dalam kegagalan sinyal.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Megapolitan
7 jam lalu

Sopir Transjakarta Penyebab Tabrakan di Jalur Layang Cipulir Jadi Tersangka

Nasional
3 hari lalu

Catat! Ini Jam Rawan Kecelakaan saat Mudik Lebaran 2026

Megapolitan
6 hari lalu

Kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Mobil Listrik Tabrak Separator Busway

Nasional
9 hari lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal