Kericuhan Unjuk Rasa Usia Pensiun, Lebih dari 800 Warga Rusia Ditahan

Nathania Riris Michico
Lebih dari 800 pengunjuk-rasa ditahan dan banyak yang dipukuli dengan pentungan, kata kelompok pemantau hak asasi. (Foto: EPA)

MOSKOW, iNews.id - Polisi Rusia membubarkan berbagai unjuk rasa di seantero negeri yang memprotes rencana peningkatan usia pensiun, Minggu (9/9/2018). Lebih dari 800 pengunjuk rasa ditahan dan banyak yang dipukuli dengan pentungan.

Kelompok pemantau hak asasi, OVD-info, menyatakan bahwa di antara yang ditangkap, terdapat dua anggota kelompok feminis progresif Rusia, Pussy Riot.

Berbagai unjuk rasa berlangsung setelah dipicu seruan pemimpin oposisi yang dipenjara, Alexei Navalny. Navalny memanfaatkan kemarahan warga yang menentang agenda-agenda reformasi ekonomi pemerintahan Vladimir Putin.

Kesediaan untuk berkompromi yang diumumkan Presiden Putin juga gagal membendung ketidakpuasan warga.

Aksi-aksi protes terbaru dilangsungkan bertepatan dengan pemilihan umum untuk memilih para pemimpin di 26 dari 85 wilayah Rusia, termasuk di Moskow, pada Minggu (9/9/2018).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
3 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
3 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
3 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal