Kericuhan Unjuk Rasa Usia Pensiun, Lebih dari 800 Warga Rusia Ditahan

Nathania Riris Michico
Lebih dari 800 pengunjuk-rasa ditahan dan banyak yang dipukuli dengan pentungan, kata kelompok pemantau hak asasi. (Foto: EPA)

Alexei Navalny, pemimpin oposisi paling menonjol Rusia, berencana memimpin protes di Moskow pada Minggu kemarin. Namun pada Agustus, pengadilan menjatuhkan hukuman 30 hari penjara kepadanya dengan dakwaan melanggar UU unjuk rasa.

Navalny dengan keras membantah semua tuduhan. Dia mengklaim serangkaian hukuman penjara singkat yang dijatuhkan dirancang untuk mengganggu aktivitas politiknya.

Navalny juga dilarang muncul di televisi negara dan tak diizinkan mengikuti Pilpres pada Maret lalu.

"Putin dan pemerintahnya merampas dana negara selama 18 tahun terakhir," kata tim Navalny, dalam sebuah pernyataan.

"Sepanjang waktu mereka meyakinkan kita tidak akan ada peningkatan usia pensiun. Dan sekarang mereka menetapkannya."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
4 hari lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

7 hari lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

12 hari lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

14 hari lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal