Dacombe juga menjadi miliarder mandiri termuda di Eropa pada usia 25 tahun.
Posisi berikutnya ditempati Arvid Lunnemark, salah satu pendiri perusahaan pembuat perangkat lunak AI Cursor. Pengusaha asal Swedia tersebut berusia 26 tahun.
Lunnemark bersama tiga pendiri Cursor lainnya mengalami lonjakan kekayaan setelah SpaceX mengakuisisi Cursor dengan nilai 60 miliar dolar AS. Kekayaan Lunnemark kemudian diperkirakan mencapai sekitar 2,4 miliar dolar AS atau setara Rp42,84 triliun.
Kemudian, ada nama Fabian Hedin, pendiri startup AI Lovable asal Swedia. Kekayaannya diperkirakan mencapai 3,1 miliar dolar AS (setara Rp55,34 triliun) setelah Lovable mendapatkan pendanaan baru senilai 400 juta dolar AS dengan valuasi 13,3 miliar dolar AS.
Fenomena tersebut menjadi bagian dari perkembangan industri startup AI yang melahirkan miliarder dalam usia semakin muda.
Di AS, gelar miliarder mandiri termuda dunia saat ini ditempati Surya Midha. Dia baru berusia 22 tahun ketika perusahaan AI perekrutan Mercor, yang didirikannya bersama dua orang lainnya, memperoleh pendanaan dengan valuasi 10 miliar dolar AS.