Kisah Perdana Menteri Bhutan yang Praktik Dokter Setiap Sabtu

Anton Suhartono
Lotay Tshering (Foto: AFP)

Pasien tidak harus membayar untuk mendapat perawatan kesehatan di Bhutan.

Pendekatan layanan kesehatan yang dilakukan Tshering menunjukkan hasil. Negara ini mengalami peningkatan besar dalam usia harapan hidup, penurunan angka kematian bayi, dan penghapusan penyakit menular.

"Perlah-lahan, sekarang kita harus fokus pada perawatan kesehatan sekunder dan tersier," kata Tshering.

Politik, kata dia, mirip dengan profesi dokter.

"Di rumah sakit saya memeriksa dan merawat pasien. Di pemerintahan, saya mengecek kebijakan kesehatan dan berusaha menjadikannya lebih baik," katanya.

"Saya akan terus melakukan ini sampai mati dan saya rindu tidak bisa berada di sini setiap hari," ujarnya.

Bahkan, saat dia mengendarai mobil sendiri di ibu kota Thimphu menuju kantor perdana menteri, selalu ada dorongan kuat untuk membelokkkannya ke rumah sakit.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris, Janji Pulihkan Stabilitas

2 hari lalu

Padel Makin Digemari, Dokter Ungkap Risiko Cedera yang Mengintai

7 hari lalu

Kondisi Terkini Dokter Richard Lee di Rutan Pemuda Tangerang, Memprihatinkan

7 hari lalu

Dokter Indonesia Ciptakan AI yang Bisa Cegah Pasien Gagal Jantung Bolak-balik Masuk RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal