Kisah Pria Penyayang Kucing dari Aleppo Suriah yang Punya Hati Mulia

Nathania Riris Michico
Alaa dan salah seekor kucingnya, Maxi. (FOTO: doc. BBC)

"Anak-anak dan binatang adalah korban terbesar dalam perang Suriah," katanya.

"Terkadang orang dewasa yang sering bertindak buruk."

Alaa dan seekor anak kucing. (foto: AFP)

Alaa besar di Aleppo dan dia selalu memelihara kucing dan meminta teman-temannya juga memelihara binatang. Dia mulai bekerja sejak usia 13 tahun sebagai tukang listrik, tukang cat, dan memasang satelit.

Dia sempat ingin menjadi petugas pemadam kebakaran seperti ayahnya namun pekerjaan seperti ini di Suriah biasanya diberikan kepada mereka yang punya koneksi.

Selama pengepungan Aleppo, dia mengunjungi kediaman orang lanjut usia, baik yang Muslim dan Kristen dan membagikan makanan.

Kelompok ekstrem seperti yang berafiliasi dengan Al-Qaida, Jabhat Al Nusra, menyebutnya kafir namun dia tak menggubrisnya.

"Nabi kami Muhammad baik kepada semua orang. Dia berbicara dengan orang Kristen, Yahudi. Saya percaya Nabi Musa, Nabi Isa, dan Muhammad karena para nabi memiliki tujuan mulia. Saya seorang Muslim namun saya tak fanatik. Saya mengambil semua hal bagus dari agama dan saya belajar dari situ," kata Alaa.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
3 bulan lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Internasional
3 bulan lalu

Kaleidoskop 2025: Daftar Negara yang Diserang Israel Sepanjang Tahun Ini

Internasional
3 bulan lalu

Bom Meledak di Masjid saat Salat Jumat, 8 Orang Tewas

Internasional
3 bulan lalu

Pasukan Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Taha Al Zoubi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal