Kisah Tahanan Muslim Xinjiang, Dipaksa Makan Babi dan Dilarang Salat

Anton Suhartono
Warga di Brussel berunjuk rasa mendesak Uni Eropa membantu pembebasan muslim di Xinjiang (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Seorang muslim mantan tahanan di Xinjiang, China, mengungkap bagaimana perlakuan yang dialaminya. Dia dan muslim lain dipaksa melakukan berbagai aktivitas yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Para pakar PBB mengungkap, China menahan sekitar 1 juta muslim di kamp-kamp di Xinjiang, sebagian besar penghuninya merupakan etnis Uighur.

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng menolak tuduhan itu dan mengatakan mereka menjalani pendidikan untuk melawan ekstrimisme Islam di wilayah mayoritas muslim itu. Kamp-kamp itu disebutnya dengan istilah 'kampus'.

Tapi, muslim menyebutnya sebagai ajang indoktrinasi yang menjauhkan pemeluknya dari ajaran Islam sebenarnya.

Menurut mantan tahanan, Omir Bekali, aktivitas di kamp itu dimulai dengan dengan menyanyikan lagu-lagu patriotik di pagi hari, disusul dengan sesi dialog yang sebenarnya diarahkan untuk mengkritisi pemahaman agama pada setiap muslim.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Warganet Bisa Terhubung Langsung dengan Dubes RI di China saat Situasi Kritis Berkat Unggahan Threads

Internasional
4 hari lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
6 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
7 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal