Perpustakaan itu menyimpan koin pertama yang dicetak pada masa pemerintahan Arab Islam. Selain itu, ada juga koin yang digunakan pada era awal Islam yang dicetak di negara-negara non-Islam. Beratnya 3,1 gram dengan diameter 18,3 milimeter.
Menurut laporan kantor berita Saudi (SPA), koin tersebut diukir dengan Kalimat Syahadat. Bagian depannya menunjukkan sebuah tiang di empat dudukan dengan bola kecil di sebelah kanan dan Iota Beta dalam bahasa Yunani untuk kiri, yang mengacu pada angka 12.
“Bagian belakang koin menunjukkan gambar tiga orang, yaitu kaisar Bizantium dan kedua putranya, mengenakan kostum tradisional Arab yang berbeda dengan kostum Bizantium yang tertera pada dinar Bizantium,” tulis SPA.
Sebagian besar koin Islam yang ada di Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Koleksi perpustakaan itu antara lain meliputi dirham Arab Sasan yang dicetak di Damaskus pada 695 M, dan dirham Abbasiyah yang dicetak di Basrah pada 758 M pada masa pemerintahan Khalifah Abu Jafar al-Mansour.
Dirham itu merupakan artefak tambahan berharga dalam koleksi perpustakaan, yang juga mencakup dinar Tulunid yang dicetak di Palestina pada 906 M dan dinar Makkah yang dicetak pada 1060 M, di samping koin-koin lain milik peradaban Jazirah Arab.
Koin Arab dan Islam di Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz termasuk dalam strategi budaya dan pengetahuan untuk melestarikan warisan Arab dan Islam dengan menggunakan buku, dokumen, foto, dan artefak. Koleksi itu memberikan beragam bahan sejarah kepada para peneliti dan sarjana, dan untuk mendalami warisan berharga dari Kerajaan Saudi.
Koin diindeks dan diklasifikasikan berdasarkan metode ilmiah yang digunakan dalam mengklasifikasikan koleksi koin internasional. Perpustakaan itu juga membuat database yang mencakup semua data dasar untuk setiap koin. Data dimasukkan ke dalam sistem otomatis yang tersedia bagi para peneliti dan spesialis perpustakaan.