Korea Utara Kutuk AS karena Masih Berlakukan Sanksi

Nathania Riris Michico
Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Pekan lalu, laporan rahasi PBB menyebut Korut belum berhenti mengembangkan senjata. Hal ini mendorong AS menyerukan kepada masyarakat internasional untuk terus memberlakukan sanksi.

Pada Jumat, Korea Selatan (Korsel) menemukan dan menindak tiga perusahaan yang mengimpor batu bara dan besi dari Korut. Hal itu melanggar sanksi PBB yang diberlakukan pada Agustus 2017.

Tak hanya itu, Kemlu Korut juga menyebutkan berbagai langkah rekonsiliasi sudah mereka lakukan, seperti menghentikan uji coba rudal, mengembalikan sisa jenazah tentara AS yang tewas dalam Perang Korea 1950-53, dan membongkar lokasi uji coba nuklir.

Mereka menyebut AS berpegang pada skenario lama dan tidak menepati janji.

"Para pejabat AS berbuat tak sesuai niat Presiden Trump dengan melontarkan tuduhan-tuduhan tak berdasar dan melancarkan upaya untuk meningkatkan sanksi dan tekanan internasional," demikian pernyataan kemlu.

"Berharap bisa memetik hasil sambil menghina mitra dialog adalah tindakan bodoh, ibarat menunggu menetasnya sebutir telur rebus," kata mereka.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai

Internasional
18 jam lalu

Trump: Perundingan Damai AS-Iran Digelar Tertutup

Internasional
18 jam lalu

Australia Sambut Gencatan Senjata tapi Kecam Ancaman Trump soal Hancurkan Peradaban Iran

Internasional
20 jam lalu

Trump Tak Setuju Iran Lanjutkan Pengayaan Uranium: Akan Kita Tangani!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal