“Satu-satunya perusahaan rekaman di Korea Utara hanyalah milik pemerintah, dan tidak ada pertunjukan yang diizinkan di luar kendali rezim. Siapapun tidak memiliki hak untuk membuat lirik lagu baru, dan jika melakukannya maka mendapat masalah,” kata Howard, dikutip Mirror, Kamis (18/3/2021).
Pernyataan itu memperparah ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara. Tak hanya terhadap negara tetangga, pemerintah Korea Utara melalui saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada Presiden AS Joe Biden agar tidak menyebar ‘bau busuk’ jika menginginkan perdamaian.