Krisis Politik, Hampir 5.000 Orang Tinggalkan Venezuela Setiap Hari

Anton Suhartono
Warga Venezuela berdemonstrasi menentang pemerintahan Presiden Nicolas Maduro di Karakas (Foto: AFP)

Dia juga menuduh Guaido bersekongkol dengan negara asing sehingga mereka bisa ikut campur dalam masalah dalam negeri Venezuela.

Sementara itu Maduro mulai melunak menghadapi perlawanan dari kubu oposisi serta tekanan internasional. Dia siap bernegosiasi dengan oposisi untuk mencari solusi atas krisis politik di Venezuela.

Dalam wawancara dengan kantor berita Rusia Ria Novosti, Maduro mengatakan siap duduk satu meja dengan lawan politiknya.

"Saya siap untuk duduk di meja negosiasi dengan oposisi. Jadi kita bisa berdiskusi untuk kebaikan Venezuela," kata Maduro, kemarin.

Selain itu, Maduro juga siap mendukung dipercepatnya pemilihan umum (pemilu) parlemen.

"Akan sangat baik untuk menggelar pemilihan parlemen lebih awal, itu merupakan bentuk diskusi politik yang baik," kata dia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 3.500 Orang, 30.000 Lebih Masih Hilang

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Kisah Sekuriti Mal Selamat setelah 8 Hari Terkubur di Bawah Gedung 9 Lantai

57 tahun lalu

Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal