Lebih 20.000 WNI Masuk Daftar Cekal di Australia Tahun Ini

Nathania Riris Michico
Pasukan Perbatasan Australia (ABF). (FOTO: doc. Brisbane Times)

"Saya tidak kaget dengan pendekatan Pemerintah Australia ini. Pasti mereka punya alasan, mengingat banyaknya warga yang meminta visa perlindungan dan juga melanggar visa ketika di sini," kata Coyne, seperti dilaporkan ABC News, Rabu (4/12/2019).

"Dan yang terbanyak dalam kasus ini adalah warga asal Malaysia dan China," kata Coyne.

Departemen Dalam Negeri yang membawahi Imigrasi menyatakan, jumlah permintaan visa perlindungan selama 2019 menurun 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, disebutkan pula terjadi peningkatan sebesar 89 persen terhadap mereka yang ditangkal oleh petugas ABF, yang bekerja sama dengan pihak maskapai penerbangan di negara asal masing-masing.

"Mereka yang ditangkal ini mungkin memiliki dokumen yang tidak benar atau tidak memiliki alasan yang jujur untuk bepergian," kata juru bicara departemen itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 hari lalu

Banjir Landa Bangkok Thailand, Kemlu Pastikan WNI Aman dan 1 Orang Sempat Terjebak di Hotel

10 hari lalu

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Pastikan 1.405 WNI dalam Kondisi Aman

13 hari lalu

Atlet HYROX Australia yang Viral BAB saat Lomba Akhirnya Minta Maaf, Mundur sebagai Pemenang

15 hari lalu

Australia bakal Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal