Ledakan Ranjau di Perbatasan Lukai 3 Tentara Korsel, Korut Dituntut Minta Maaf

Rizky Agustian
Perbatasan Korsel dan Korut. (Foto: AP)

SEOUL, iNews.id - Militer Korea Selatan (Korsel) menuntut Korea Utara (Korut) meminta maaf atas ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan kedua negara yang melukai tiga tentara Korsel pada 21 September 2026 lalu. Ledakan terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ), wilayah penyangga yang memisahkan Korsel dan Korut.

Korsel pada Selasa (29/9/2026) meyakini ranjau yang meledak di sisi DMZ wilayahnya merupakan milik Korut. Korsel menyebut ledakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran aktif dalam Perang Korea. 

Seoul juga memperingatkan akan mengambil tindakan balasan yang setimpal.

Dalam pernyataan pada Rabu (30/9/2026), dilansir dari BBC, Korsel mendesak Korut meminta maaf atas ledakan tersebut dan segera menghentikan kegiatan penguatan pertahanan di sepanjang perbatasan.

Seoul menduga ranjau tersebut dipasang Pyongyang sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan perbatasannya.

Menteri Pertahanan Korsel, Kang Shin-chul sebelumnya menyebut ledakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata 1953.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 hari lalu

MasyaAllah, Ayana Moon Jadi Muslimah Korsel Pertama Kuliah di Oxford

10 hari lalu

Geger! Kim Soo Hyun Akhirnya Muncul di Korsel usai Kontroversi Child Grooming

12 hari lalu

365 Ribu Orang Indonesia Liburan ke Korsel pada 2025, Ini yang Diburu!

14 hari lalu

Sejarah! Persib Klub Indonesia Pertama yang Menang di Korsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal