Ledakan Ranjau di Perbatasan Lukai 3 Tentara Korsel, Korut Dituntut Minta Maaf

Rizky Agustian
Perbatasan Korsel dan Korut. (Foto: AP)

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kedua negara tidak lagi memiliki saluran komunikasi tingkat rendah seperti yang sebelumnya tersedia pada 2015.

"Eskalasi yang tidak disengaja di Semenanjung Korea bisa terjadi sewaktu-waktu, dan jarak menuju hal itu kini lebih dekat dibandingkan pada tahun 2015," ujar Green.

Sementara itu, Komando PBB (UNC) yang melakukan penyelidikan langsung di lokasi ledakan bersama militer Korea Selatan menyatakan akan menangani dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata 1953 melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

"UNC tetap berkomitmen untuk mempertahankan dan menegakkan Perjanjian Gencatan Senjata serta memenuhi tanggung jawabnya dalam menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi di Semenanjung Korea," demikian pernyataan UNC.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 hari lalu

MasyaAllah, Ayana Moon Jadi Muslimah Korsel Pertama Kuliah di Oxford

10 hari lalu

Geger! Kim Soo Hyun Akhirnya Muncul di Korsel usai Kontroversi Child Grooming

12 hari lalu

365 Ribu Orang Indonesia Liburan ke Korsel pada 2025, Ini yang Diburu!

14 hari lalu

Sejarah! Persib Klub Indonesia Pertama yang Menang di Korsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal