Dalam beberapa dekade terakhir, bentrokan sporadis dan ledakan ranjau darat beberapa kali terjadi di kawasan tersebut.
Pada 2015, dua tentara Korsel mengalami luka parah akibat ranjau darat saat berpatroli di kawasan DMZ. Seoul saat itu menuding tentara Korut memasang ranjau secara diam-diam di dekat pos penjagaan Korea Selatan. Namun, Pyongyang membantah tuduhan tersebut.
Kim Yo Jong kembali menyinggung insiden 2015 dalam pernyataannya. Dia menuding Korsel menggunakan insiden tersebut sebagai dalih untuk meningkatkan ketegangan dan kini melakukan hal serupa.
Hubungan Korsel dan Korut diketahui terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gesekan ketika terjadi insiden di kawasan perbatasan.
Christopher Green, konsultan senior Crisis Group, mengatakan kepada BBC Korut secara sengaja berupaya memperketat perbatasan dan menghapuskan hubungan antar-Korea.