Lembaga HAM Ungkap Militer Myanmar Kembali Bantai Muslim Rohingya

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

YANGON, iNews.id - Lembaga HAM Amnesty International mengungkap pelanggaran terbaru yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga sipil dan para pejuang Arakan Army (AA), kelompok etnis Rohingya yang berjuang menuntut otonomi luas di Negara Bagian Rakhine.

Dalam laporannya yang dirilis Rabu (29/5/2019), sebagaimana dilaporkan AFP, Amnesty memiliki bukti baru bahwa militer Myanmar melakukan kejahatan perang, yakni membunuh di luar persidangan serta pelanggaran HAM lainnya terhadap etnis Rakhine, seperti penangkapan secara sewenang-wenang, penyiksaan, dan penghilangan paksa.

Laporan Amnesty didasarkan pada sejumlah wawancara dengan orang-orang dari berbagai kelompok etnis disertai foto, video, dan gambar satelit.

Militer mengerahkan ribuan pasukan dan artileri berat di wilayah utara Rakhine dalam beberapa bulan terakhir untuk mendukung operasi itu.

Pemerintahan junta Myanmar membatasi akses ke daerah konflik sehingga jumlah persis korban tewas selama beberapa bulan terakhir tak diketahui pasti.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Internasional
6 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Nasional
17 hari lalu

UU Peradilan Militer Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Kenapa?

Nasional
1 bulan lalu

Myanmar Bongkar Jaringan Online Scam, 48 WNI Ditangkap!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal