Lembaga HAM Ungkap Militer Myanmar Kembali Bantai Muslim Rohingya

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

Namun militer mengonfirmasi telah menembak mati enam tahanan pada akhir bulan lalu di Desa Kyauk Tan.

Dokumen menunjukkan, tujuh serangan melanggar hukum menewaskan 14 warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Beberapa muslim Rohingya yang memilih bertahan di tempat tinggal mereka juga dibunuh.

"Operasi terbaru di Negara Bagian Rakhine menunjukkan bahwa militer menyerang tanpa penyesalan, memperbaiki diri, dan tidak bertanggung jawab, terhadap warga sipil," kata Direktur Regional Amnesty, Nicholas Bequelin.

Militer Myanmar belum menanggapi terkait laporan terbaru Amnesty ini.

Kelompok hak asasi ini juga mengkritik pemerintah karena memilih diam, sementara pasokan obat-obatan, makanan, dan bantuan kemanusiaan diblokir pihak berwenang.

Sementara itu Amnesty juga menyebut gerilyawan AA melakukan pelanggaran HAM terhadap warga sipil, meskipun tak sampai membunuh. Mereka mengirim surat bernada ancaman disertai dengan peluru ke pejabat lokal dan kalangan bisnis.
Namun juru bicara AA, Khine Thu Kha, menepis tuduhan itu.

"Saya dengan tegas mengatakan itu tidak terjadi," kata Khine Thu Kha.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Partai Pro-Militer Unggul dalam Pemilu Myanmar Tahap Pertama, Partisipasi Pemilih Rendah

Internasional
6 hari lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Kontroversial, Perang Saudara Masih Berkecamuk

Nasional
17 hari lalu

UU Peradilan Militer Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Kenapa?

Nasional
1 bulan lalu

Myanmar Bongkar Jaringan Online Scam, 48 WNI Ditangkap!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal