Macron Diminta Ubah Sikap Soal Kartun Nabi, Ketimbang Seret Eropa dalam Pertempuran dengan Islam

Arif Budiwinarto
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memicu kontroversi atas pernyataannya mengenai serangan teror di Prancis. Dia dianggap berusaha mendeskreditkan Islam. (foto: AFP)

Nasrallah kembali mengingatkan Macron agar menghentikan 'kampanye' anti-Islam, dikhawatirkan sikap tersebut justru makin melebar yang berakibat menyeret negara-negara Eropa--dengan ideologi sekuler maupun liberal--dalam perseteruan dengan Muslim dunia.

"Pembunuhan ini dilarang oleh Islam, agama kami melarang pembunuhan orang tak berdosa."

"Meski sekalipun pelakunya adalah seorang Muslim, tidak ada kelompok Muslim yang ingin bertanggung jawab atas kejahatan itu."

"Otoritas Prancis telah menyeret diri mereka sendiri dan seluruh Prancis serta seluruh Eropa ke dalam pertempuran dengan Islam dan Muslim untuk alasan lemah dan terkadang tidak jelas," pungkasnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Prancis Kirim Kapal Induk Charles de Gaulle Berlayar, Sinyal Keras untuk Iran

Internasional
3 hari lalu

Timur Tengah Memanas, Prancis Kirim Kapal Perang Lindungi Negara Arab hingga Siprus

Internasional
1 bulan lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Nasional
1 bulan lalu

Momen Macron Gunakan Bahasa Indonesia saat Sambut Prabowo di Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal