Mahasiswa Bangladesh Dipukuli 4 Jam hingga Tewas Gara-Gara Kritik Pemerintah

Nathania Riris Michico
Abrar Fahad. (Source: Facebook)

"Ada banyak trauma benda tumpul di tubuhnya. Kami pikir dia meninggal karena serangan benda tumpul," kata Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Dhaka Medical College, Dr Sohel Mahmud, seperti dilaporkan BBC, Kamis (10/10/2019).

Wakil Komisaris Kepolisian Dhaka, Munstasirul Islam, membenarkan mahasiswa tersebut dipukuli hingga mati.

Anggota BCL yang dikutip oleh media lokal mengatakan Fahad telah "diinterogasi" dan dipukuli karena diduga memiliki hubungan dengan partai Islam. Itu terjadi setelah dia menulis posting di media sosial mengkritik pemerintah atas kesepakatan berbagi air dengan India.

BCL menyatakan bahwa setelah melakukan investigasi, pihaknya mengusir 11 anggota divisi Buet mereka.

Seorang siswa Buet yang tidak mau disebutkan namanya karena takut menerima pembalasan mengatakan pada BBC bahwa mereka melihat Fahad hidup pada pukul 02.00 waktu setempat di sebuah ruangan tempat dia dipukuli.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 bulan lalu

Bangladesh Ancam India jika Tolak Ekstradisi Mantan PM Sheikh Hasina untuk Dihukum Mati

Internasional
2 bulan lalu

Bangladesh Desak India Ekstradisi Mantan PM Sheikh Hasina terkait Vonis Hukuman Mati

Internasional
2 bulan lalu

Gempa M5,5 yang Porak-Porandakan Bangladesh Terkuat sejak 100 Tahun

Internasional
2 bulan lalu

Gempa M5,5 Bangladesh Tewaskan 10 Orang, Ratusan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal