Mahkamah Agung Israel Paksa Yahudi Ultra-Ortodoks Ikut Perang Lawan Hamas

Anton Suhartono
Mahkamah Agung Israel akhirnya memutuskan, para mahasiswa seminari Yahudi Ultra-Ortodoks harus mengikuti wajib militer (Foto: Reuters)

Warga Israel diwajibkan oleh hukum untuk bertugas di militer sejak usia 18 tahun. Para pria harus mengikuti wajib militer selama 3 tahun dan wanita 2 tahun. 

Sementara itu minoritas Arab di Israel, populasinya 21 persen dari total penduduk, dikecualikan dari wajib militer. Meski demikian ada beberapa yang tetap masuk militer. 

Undang-undang (UU) yang mengatur pengecualian bagi mahasiswa seminari Yahudi Ultra-Ortodoks untuk mengikuti wajib militer dicabut sejak tahun lalu. Meski demikian pemerintah tetap mengizinkan mereka untuk izin. Nah, kali ini Mahkamah Agung memutuskan, jika tidak ada dasar hukum baru untuk memberika pengecualian, maka pemerintah harus memaksa mereka ikut berperang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Nah, Trump Tolak Dukung Netanyahu Lagi di Pemilu Israel

3 hari lalu

Drama Pembajakan Pesawat Tujuan Israel, Saudi Larang Pesawat Militer Zionis Masuki Wilayahnya

4 hari lalu

Netanyahu Sebut Musuh-Musuh Akan Serang Israel Jelang Pemilu Oktober

4 hari lalu

Uni Emirat Akhirnya Akui Netanyahu Temui Presiden Sheikh MBZ di Abu Dhabi, Ini yang Dibahas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal