Mantan Diplomat AS: Sekutu di Timur Tengah Kini Mulai Jaga Jarak dengan Amerika

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi relasi Arab Saudi dan Amerika Serikat. (Foto: Dok. Almanar)

Menurut mantan diplomat AS itu, Timur Tengah sekarang dipimpin oleh para pemimpin independen yang tegas. Mereka punya komitmen sendiri tentang bagaimana kepentingan nasional mereka akan dilayani dengan baik, dan mereka tidak menanggapi dengan baik upaya luar untuk mendikte kebijakan di wilayah tersebut.

“Para pemimpin ini telah belajar dari pengalaman pahit bahwa penggunaan kekuatan dan tindakan rahasia tidak hanya menyelesaikan beberapa masalah tetapi seringkali mahal dan kontraproduktif,” kata Freeman.

“Hasilnya adalah pencarian perdamaian dan stabilitas antara negara-negara di kawasan itu tanpa memperhatikan pandangan Amerika Serikat dan bekas kekuatan kolonial,” ucapnya.

Negara-negara Timur Tengah, kata Freeman, memperluas jangkauan mereka ke kekuatan yang tengah menunjukkan kebangkitannya seperti China, India, Brasil, dan Rusia. Mereka juga berusaha merapat dengan berbagai organisasi antarpemerintah yang dibentuk pasca-Perang Dingin seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

Freeman adalah pensiunan diplomat dan penulis Amerika yang pernah bertugas di Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan AS selama 30 tahun. Dia pernah memegang berbagai jabatan sepanjang kariernya di pemerintahan.

Senin (24/4/2023) lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan di PBB bahwa dunia harus lebih meningkatkan lagi upaya untuk mencapai penyelesaian politik dan menstabilkan zona konflik di Timur Tengah. Apalagi, kawasan tersebut kini tengah mengalami transformasi yang mendalam.

Lavrov juga mengatakan, pendekatan multilateral diperlukan untuk menyelesaikan krisis Palestina-Israel. Dia pun mengkritik tindakan sepihak oleh AS dan Uni Eropa selama  ini yang dinilainya telah merusak proses perdamaian Timur Tengah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA

Internasional
15 jam lalu

Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan

Internasional
17 jam lalu

Baru 100 Jam Serang Iran, Biaya Perang AS sudah Tembus Rp60 Triliun

Nasional
17 jam lalu

Lindungi WNI di Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Respons Krisis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal