Pada awal 1900-an, para perwira Inggris memperkenalkan berbagai spesies rusa di Kepulauan Andaman sebagai wahan untuk mengisi waktu luang, yaitu berburu rusa.
Namun, tanpa predator alami, rusa tutul kemudian menjadi hama, berkembang biak secara masif dan sangat mempengaruhi perkembangan keaneragaman tumbuhan di pulau itu. Dan belakangan rusa tutul, bersama kelinci liar, dan burung merak, merupakan satu-satunya penduduk Pulau Ross.
Namun pulau itu tetap dinikmati oleh para pengunjung. Kicauan burung kini merupakan satu-satunya sumber hiruk-pikuk di ruangan dari gedung-gedung yang terlantar dan rusak.
Hampir 80 tahun sejak tempat pembuangan tahanan politik itu ditutup sekaligus masa suram kolonialisme di India berakhir, Pulau Ross saat ini menjadi noda yang terlupakan di Samudra Hindia.