Menhan Venezuela: Pasukan AS Bunuh Pengawal Maduro dan Staf Kepresidenan dengan Kejam

Anton Suhartono
Donald Trump merilis foto Nicolas Maduro setelah ditangkap oleh militer AS (Foto: Truth Social)

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) VenezuelaVladimir Padrino Lopez menyebut pasukan Amerika Serikat (AS) membunuh dengan kejam pengawal Presiden Nicolas Maduro serta staf kepresidenan dalam operasi militer yang berujung pada penculikan kepala negara tersebut, Sabtu (3/1/2026).

Serangan AS ke Venezuela menewaskan sedikitnya 80 orang, sebagaimana dilaporkan surat kabar The New York Times mengutip keterangan pejabat senior Venezuela, Senin (5/1/2026). Korban tewas tidak hanya berasal dari kalangan militer, tapi juga warga sipil.

Pejabat tersebut menyebutkan angka korban masih berpotensi bertambah, mengingat proses penyisiran di sejumlah lokasi serangan masih terus dilakukan pascaserangan yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. Hingga kini, pemerintah Venezuela belum mengumumkan secara resmi jumlah pasti korban tewas maupun luka.

Dalam pernyataannya, Lopez menegaskan pasukan AS membunuh banyak pengawal kepresidenan saat menculik Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Bahkan, sejumlah staf kepresidenan yang berstatus warga sipil disebut ikut menjadi target pembunuhan.

“Angkatan bersenjata nasional Bolivarian dengan tegas menolak penculikan pengecut terhadap warga Nicolas Maduro Moros, presiden konstitusional Republik Bolivarian Venezuela dan Panglima Tertinggi kami, serta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores de Maduro,” ujar Lopez, seperti dikutip dari Sputnik.

Dia menambahkan, aksi tersebut dilakukan setelah pasukan AS terlebih dulu melumpuhkan sistem keamanan di sekitar presiden dengan cara brutal. 

“Kejahatan itu dilakukan pada hari Sabtu, 3 Januari, setelah sebagian besar tim keamanannya, personel militer, serta warga sipil yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam,” kata Lopez.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Ganas! Iran Hantam 26 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah dengan 115 Serangan

14 jam lalu

AS Undang Rusia ke KTT G20, Eropa Protes: Menormalisasi Perang Ukraina! 

17 jam lalu

Perang Iran Kuras Rudal AS, Pentagon Butuh Rp109 Triliun untuk Ganti Pesawat dan Drone

17 jam lalu

Kabur ke AS Hindari Kasus Hukum usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Terima Kasih kepada Trump

18 jam lalu

Iran: Perang Tak Akan Berakhir Sesuai Keinginan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal