Menlu Madagaskar Dipecat gegara Voting di PBB soal Pencaplokan Wilayah Ukraina oleh Rusia

Anton Suhartono
Richard Randriamandrato (Foto: Archipels)

“Saya membuat keputusan ini untuk memilih sesuai dengan hati nurani. Saya menganggap pemungutan suara tersebut tidak akan membahayakan kepentingan bangsa. Sisanya sejarah yang akan menilai,” kata Randriamandrato, kepada stasiun radio berbahasa Prancis, RFI, seperti dilaporkan kembali Sputnik, Rabu (19/10/2022).

Majelis Umum PBB sebelumnya mengadopsi resolusi yang tidak mengakui referendum di empat wilayah Ukraina. Sebanyak 143 negara mendukung, lima menentang, dan 35 abstain. Lima negara yang menentang adalah Rusia, Belarusia, Suriah, Korea Utara, dan Nikaragua.

Referendum di empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia digelar Pada 23-27 September. Hasilnya mayoritas penduduk memilih bergabung dengan Rusia.
  
Setelah hasil referendum keluar, Presiden Rusia Vladimir Putin pada 30 September menandatangani perjanjian bersama kepala pemerintahan empat wilayah untuk menerima penggabungan tersebut. Beberapa hari kemudian, Putin meneken undang-undang federal yang meratifikasi penggabungan wilayah tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Beri Keringanan Sanksi Energi Rusia

10 hari lalu

Putin Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Prabowo, Doakan Sehat dan Sukses

11 hari lalu

Heboh Kabar Istana Rayakan Ultah Prabowo Bareng Wakil PM Rusia, Bakom Buka Suara

12 hari lalu

Gempa Besar M7,2 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal