Menteri Kehakiman Jepang Mundur gegara Pernyataan soal Hukuman Mati

Anton Suhartono
Yasuhiro Hanashi (Foto: AP)

"Saya telah membuat rakyat dan staf kementerian menjadi tidak nyaman," kata Hanashi, kepada parlemen, dikutip dari Reuters.

Hanashi meminta maaf seraya mengatakan kepada anggota parlemen dia menarik pernyataannya kembali.

Jepang sejak puluhan tahun menerapkan hukuman mati dengan cara digantung. Terpidana baru diberi tahu pada pagi saat hari pelaksanaan eksekusi. Cara itu dikecam kelompok HAM.

Kishida menerima pengunduran diri Hanashi.

"Saya merasa bertanggung jawab penuh (karena menunjuk Hanashi)," kata Kishida.

Selanjutnya Kishida menunjuk Ken Saito, mantan menteri pertanian lulusan Universitas Haarvard, untuk menggantikan Hanashi.

Pada 24 Oktober lalu menteri revitalisasi ekonomi Daishiro Yamagiwa mengundurkan diri terkait hubungannya dengan Gereja Unifikasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Viral, Menteri di Jepang Minta Maaf ke Publik gegara Telat 5 Menit ke Rapat Kabinet

Nasional
3 hari lalu

ABK Fandi Lolos Hukuman Mati, Komisi III Tetap Panggil Polisi hingga Jaksa

Nasional
5 hari lalu

ABK Fandi Lolos Hukuman Mati Kasus Sabu 2 Ton, Komisi III DPR: Kami Benar-Benar Lega

Nasional
13 hari lalu

DPR bakal Panggil Penyidik BNN dan Kajari Batam Buntut ABK Dituntut Hukuman Mati

Internasional
13 hari lalu

Menara Ikonik Jepang Tokyo Skytree Ditutup gegara Lift Rusak Jebak 20 Orang hingga 5,5 Jam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal