Militer Myanmar Gunakan Senjata Perang Hadapi Demonstran, termasuk Sniper

Anton Suhartono
Militer Myanmar menggunakan senjata yang biasa dipakai di medan perang untuk menghadapi demonstran (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id - Militer Myanmar menggunakan senjata untuk medan perang serta kekuatan mematikan lainnya dalam menangani demonstrasi anti-kudeta. Lebih dari 60 orang tewas sejak demonstrasi menentang penggulingan Aung Sang Suu Kyi pecah sejak sebulan terakhir.

Lembaga hak asasi manusia Amnesty International mengonfirmasi temuan itu berdasarkan pemantauan dengan melihat lebih dari 50 video. 

Amnesty menyebut dari hasil pemantauan banyak pembunuhan yang dilakukan seperti eksekusi di luar hukum. Bukan hanya itu, militer Myanmar mengerahkan tentara yang biasa diterjunkan menghadapi konflik etnis. 

Senjata-senjata mematikan itu digunakan oleh unit-unit militer yang sebelumnya dituduh melakukan kekejaman terhadap kelompok etnis minoritas, termasuk muslim Rohingya.

"Ini bukanlah kewalahan, petugas membuat keputusan yang buruk. Ini adalah komandan yang tidak menyesal telah terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, mengerahkan pasukan dan melakukan pembunuhan di tempat terbuka," kata Direktur Krisis Respons Amnesty International, Joanne Mariner, dikutip dari Reuters, Kamis (11/3/2021).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
27 hari lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

28 hari lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

31 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

2 bulan lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal