Miris, Muslimah Palestina Kehilangan Ratusan Anggota Keluarga di Gaza kini Ditangkap Imigrasi AS

Anton Suhartono
Ilustrasi petugas imigrasi AS menahan Leqaa Kordia, perempuan Palestina yang kehilangan ratusan anggota keluarga akibat serangan Israel ke Gaza (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Seorang perempuan Palestina yang kehilangan ratusan anggota keluarga akibat serangan Israel ke Jalur Gaza ditangkap oleh petugas imigrasi Amerika Serikat (AS).
 
Bahkan, perempuan bernama Leqaa Kordia itu kini dirawat di rumah sakit setelah mengalami kejang di pusat penahanan imigrasi AS.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan Kordia dirawat sejak 6 Februari 2026, sekitar pukul 20.45 waktu setempat.

"Staf medis di Pusat Penahanan Prairieland Alvarado, Texas, memberi tahu ICE (Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai) bahwa tahanan Leqaa Kordia dirawat di Rumah Sakit Texas Health Huguley di Burleson, Texas, untuk evaluasi lebih lanjut setelah mengalami kejang," bunyi pernyataan departemen, dikutip dari Reuters, Selasa (10/2/2026).

Muslimah berusia 33 tahun itu ditahan oleh otoritas imigrasi AS sejak awal 2025. Ibunya merupakan warga AS. Dia ditangkap setelah diminta datang ke Kantor Lapangan Imigrasi dan Bea Cukai Newark, didampingi pengacaranya. Pada saat penahan tersebut, Kordia sedang dalam proses mendapat izin tinggal resmi.

Keluarga dan tim hukum mengaku belum mendapat kabar terbaru mengenai perkembangan kesehatan Kordia. Namun Departemen Keamanan Dalam Negeri memastikan pasien akan mendapat perawatan medis yang layak.

Amnesty International menyatakan, 175 anggota keluarga Kordia tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak akhir 2023.

Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri, Kordia ditangkap karena izin masa tinggalnya habis. Visa pelajarnya telah kedaluwarsa. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
11 menit lalu

Kepala Dewan Keamanan Iran Ali Larijani Terbunuh, Presiden Bersumpah Balas Dendam

Buletin
9 jam lalu

Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang dengan AS dan Israel

Internasional
9 jam lalu

Mengejutkan! Bos Badan Intelijen AS Mundur gegara Tak Setuju dengan Perang Iran

Internasional
16 jam lalu

Ini Alasan Iran Naikkan Upah Minimum 60% saat Negara Sedang Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal