Mualaf, Eks Perwira Intelijen Militer AS Diduga Jadi Mata-Mata Iran

Nathania Riris Michico
Monica Witt saat masih menjadi perwira Angkatan Udara AS (kanan) dan ketika dia disebut menjalani perubahan "ideologi" sebelum membelot ke Iran (kiri). (Foto: FBI)

Para jaksa menuduh Witt menyerahkan informasi mengenai kolega-koleganya sesaat setelah membelot ke Iran guna menyebabkan "kerusakan serius" terhadap AS.

Menurut keterangan resmi, dia mengirimkan pesan kepada narahubung asal Iran pada 2012 berbunyi: "Saya mencintai pekerjaan ini dan saya berupaya menyalurkan pelatihan yang saya terima untuk tujuan baik bukan jahat. Terima kasih sudah memberikan saya kesempatan."

Monica Witt berdinas sebagai perwira kontraintelijen AS sejak 1997 hingga 2008. (Foto: FBI)

Para jaksa menuding Witt direkrut setelah menghadiri dua konferensi yang diselenggarakan New Horizon Organization. Perusahaan itu diduga mengumpulkan data intelijen para peserta konferensi atas suruhan Pasukan Quds yang bernaung di bawah Garda Revolusi Iran.

Menurut para pejabat AS, beberapa konferensi yang disponsori New Horizon Organization berlangsung di Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

2 hari lalu

Netanyahu Sebut Iran di Ambang Keruntuhan, Benarkah Kekuasaan Mojtaba Khamenei Goyah?

2 hari lalu

Cerita Trump Diminta Menkeu AS Tunda Serang Iran

2 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal