Mualaf, Eks Perwira Intelijen Militer AS Diduga Jadi Mata-Mata Iran

Nathania Riris Michico
Monica Witt saat masih menjadi perwira Angkatan Udara AS (kanan) dan ketika dia disebut menjalani perubahan "ideologi" sebelum membelot ke Iran (kiri). (Foto: FBI)

Konferensi-konferensi ini kerap memasukkan sentimen anti-Barat dan anti-Yahudi serta teori konspirasi termasuk membantah Holocaust.

Setidaknya, satu dari beragam konferensi New Horizon digelar oleh wartawan Iran-AS, Marzieh Hashemi, yang ditahan AS pada Januari lalu sebagai saksi dalam kasus pidana federal, sebagaimana dilaporkan Tehran Times.

Berkaitan dengan kasus Witt, empat warga Iran digugat lantaran berupaya menanamkan peranti lunak mata-mata pada komputer-komputer milik Witt.

Dua perusahaan Iran—New Horizon Organization dan Net Peygard Samavat Company—dikenai sanksi oleh Kementerian Keuangan AS.

"Net Peygard Samavat Company dituduh terlibat dalam upaya kejahatan siber untuk memperoleh akses dan menanamkan malware pada sistem komputer milik agen dan mantan agen kontraintelijen," demikian pernyataan Kementerian Keuangan AS.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
17 jam lalu

Bengkak, Biaya Perang AS Lawan Iran Jadi Rp854 Triliun

20 jam lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Serukan Perbaiki Hubungan dengan Negara Timur Tengah

1 hari lalu

Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei Desak AS Penuhi Tuntutan Iran untuk Akhiri Perang

2 hari lalu

Ini Hasil Pertemuan 3 Negara Pakta Pertahanan Makkah dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal