Negosiator Ukraina Ungkap Alasan Mandeknya Perundingan Damai dengan Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memberikan pengarahan saat menjadi tuan rumah perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Istanbul, Maret lalu. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Negosiator Ukraina, Davyd Arakhamia, mengungkapkan alasan mandeknya proses perundingan damai antara Kiev dan Moskow. Dia menilai posisi Ukraina terbilang lemah untuk bernegosiasi dengan Rusia.

“Posisi kami dalam negosiasi sebenarnya cukup lemah, jadi kami tidak ingin duduk di meja jika kami berada di posisi ini. Kami perlu membalikkannya dengan cara tertentu,” kata Arakhamia kepada outlet berita AS, Axios, Rabu (15/6/2022).

Dia mencatat, meskipun proses negosiasi saat ini terhenti, delegasi Ukraina tetap mengadakan pembicaraan telepon dengan pihak Rusia sekali atau dua kali seminggu.

“Kedua belah pihak jelas menyadari bahwa saat ini, tidak ada tempat untuk negosiasi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Ukraina kehilangan hingga 1.000 pejuang yang terbunuh atau terluka setiap hari di Donbas. Di wilayah tersebut, pasukan Rusia saat ini terus bergerak maju.

Menurut Arakhamia, Ukraina telah merekrut 1 juta pejuang dan memiliki kapasitas untuk merekrut 2 juta lebih personel.

Rusia mulai melancarkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari. Moskow dan Kiev telah mengadakan beberapa putaran perundingan sejak itu, namun belum membuahkan hasil apa pun.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

8 hari lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

14 hari lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

15 hari lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal