Netanyahu Tak Setuju Jeda Serangan di Gaza, Perpecahan di Pemerintah Israel Makin Sengit

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mengkritik keputusan militer untuk melakukan jeda serangan di Gaza Selatan (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Perpecahan di internal pemerintahan Israel semakin kentara. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ternyata tak setuju dengan keputusan militer untuk melakukan jeda serangan di Jalur Gaza Selatan.

Sebelumnya militer Zionis mengumumkan jeda serangan selama 11 jam setiap hari, dimulai pukul 05.00 sampai 16.00 GMT di sebagian wilayah Gaza Selatan, yakni dari Perbatasan Kerem Shalom hingga Jalan Salah Al Din hingga ke utara, untuk memberi kesempatan masuknya bantuan kemanusiaan.

Namun Netanyahu mengkritik rencana tersebut. Dia menyayangkan keputusan itu diambil tanpa berkonsultasi terlebih dulu.

“Begitu perdana menteri mendengar laporan mengenai jeda kemanusiaan selama 11 jam di pagi hari, dia menoleh ke sekretaris militer dan mengatakan hal itu tidak dapat diterima olehnya,” kata seorang pejabat Israel, dikutip dari Reuters, Senin (17/6/2024).

Militer kemudian mengklarifikasi bahwa operasi militer tetap berlanjut di Rafah, kota di Gaza Selatan yang menjadi dengan fokus utama operasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

57 tahun lalu

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal