Reuters juga mengungkap serangan serupa sebelumnya telah menyasar fasilitas militer AS pada Agustus 2026.
Rangkaian insiden ini memperlihatkan bahwa sistem pendingin yang selama ini dianggap sebagai perangkat operasional biasa ternyata dapat menjadi pintu masuk serangan siber terhadap infrastruktur penting.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang memastikan serangan terhadap bank darah Prancis, supermarket Eropa, dan fasilitas lainnya dilakukan oleh kelompok hacker yang sama.
Darah dan Persediaan Makanan Jadi Sasaran Baru
Kasus di Prancis memperlihatkan risiko yang lebih luas dari serangan terhadap perangkat teknologi yang terhubung ke internet.
Selama ini, serangan siber lebih sering dikaitkan dengan pencurian data, pembobolan rekening, atau penyanderaan sistem komputer. Namun, insiden terbaru menunjukkan hacker juga bisa mengubah pengaturan perangkat fisik yang mengendalikan fasilitas penting.