YERUSALEM, iNews.id - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk penghancuran beberapa bangunan milik warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki Israel dengan alasan bangunan tersebut berdekatan dengan pagar kawat tembok pemisah.
Langkah Israel itu bertujuan mengubah struktur demografis Yerusalem dan memaksa warga Palestina keluar dari tanah mereka, ungkap OKI melalui pernyataan tertulis.
Dilaporkan Anadolu, Rabu (24/7/2019), pernyataan OKI itu mendesak masyarakat internasional untuk memaksa Israel mundur dari tindakan ilegal dan melanggar hak-hak warga Palestina.
Tentara dan polisi Israel pada Senin (22/7/2019) mulai menghancurkan beberapa bangunan Palestina di lingkungan Lembah Al-Hummus di distrik Sur Baher, Yerusalem Timur.
Pengadilan Israel menolak permohonan warga Palestina untuk menghentikan pembongkaran 16 bangunan, yang mana beberapa di antaranya sedang dalam pembangunan, di permukiman Wadi Al Hummus di daerah Sur Baher, Yerusalem Timur.