"Ini menggembirakan karena itu berarti kita tahu bahwa perangkap itu bekerja," kata Sven Spichiger, ahli entomologi untuk Departemen Pertanian Washington (WSDA).
"Tapi itu juga berarti kita memiliki pekerjaan yang harus dilakukan," lanjutnya.
Pekeraan itu termasuk mencari sarang menggunakan kamera inframerah dan memasang lebih banyak perangkap.
Departemen Pertanian Washington berencana untuk menyebarkan jebakan khusus yang akan menangkap mereka hidup sehingga dapat ditandai dan dilacak kembali ketika kembali ke koloni. Begitu, koloni ditemukan selanjutnya akan dihancurkan.
Para ilmuwan tidak yakin bagaimana lebah raksasa asli Asia ini bisa berada di negara bagian Washington. Di antara kemungkinannya adalah kapal peti kemas internasional, barang pesanan yang dikirim ke AS, dan pengunjung dari negara lain.
Pejabat pertanian negara bagian Washington meminta peternak lebah dan penduduk untuk lebih proaktif melaporkan penampakan lebah pembunuh tersebut. Sebab, pada Agustus dan September adalah saat lebah-lebah tersebut paling mungkin terlihat.