Palestina Akan Gelar Pemilu Pertama sejak 15 Tahun, Cairkan Hubungan Fatah dan Hamas

Anton Suhartono
Mahmoud Abbas (Foto: AFP)

Namun analis senior Tepi Barat Hani Al Masri tak yakin pemilu akan terwujud. Pemicunya konflik antara Fatah yang dipimpin Abbas dengan Hamas erta kemungkinan oposisi AS, Israel, dan Uni Eropa terhadap pemerintah Palestina.

Negara Barat kemungkinan akan menolak pemerintahan Palestina hasil pemilu jika di dalamnya terdapat Hamas, kelompok yang dimasukkan dalam daftar teroris.

"Apakah itu akan mengakhiri perpecahan atau membuatnya abadi, akankah hasilnya dihormati oleh Palestina, Israel, dan Amerika?” ujar Masri.

Palestina terakhir menggelar pemilu legislatif pada 2006, menghasilkan kemenangan mengejutkan oleh Hamas. Sejak itu terjadi keretakan yang semakin dalam ketika Hamas merebut kendali militer di Gaza pada 2007.

Namun berdasarkan polling terbaru pada Desember 2020 yang digelar Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina menunjukkan Fatah mendapat 38 persen dukungan dan Hamas 34 persen. Meski demikian polling memprediksi calon kuat presiden dari Hamas, Ismail Haniya, akan unggul di pilpres dengan memperoleh 50 persen lebih suara, sementara Abbas 43 persen.

Dalam pilpres terakhir pada 2005, Abbas memenangkan pemilu, namun saat itu Hamas tak ikut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Lagi, AS Tak Izinkan Presiden Palestina Hadiri Langsung Sidang Umum PBB

2 hari lalu

Didepak dari Tur Konser Ed Sheeran, Rapper Macklemore Sumbang Rp18 Miliar untuk Palestina

2 hari lalu

Sewenang-wenang! Militer Israel Tutup Masjid Ibrahimi di Tepi Barat untuk Ritual Yahudi

2 hari lalu

Partai Perindo: Wacana PT 5% Abaikan Putusan MK dan Proporsionalitas Pemilu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal