Pasukan Keamanan Myanmar Bunuh 320 Orang sejak Kudeta, 90 Persen Ditembak

Anton Suhartono
Pasukan keamanan Myanmar membunuh 320 warga sipil pascakudeta, 90 persen di antaranya ditembak (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id - Pasukan keamanan Myanmar membunuh lebih dari 300 orang sejak kudeta militer menggulingkan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu. Sekitar 90 persen dari korban tewas ditembak dan 25 persen di antaranya terkena peluru di kepala.

Kelompok hak sipil Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyatakan 320 orang tewas hingga Kamis (25/3/2021). Selain itu pasukan keamanan melakukan kejahatan terhadap warga setiap hari, termasuk penangkapan tanpa alasan jelas.

"Kejahatan terhadap kemanusiaan dilakukan setiap hari," bunyi pernyataan AAPP, seraya menambahkan hampir 3.000 orang ditangkap, didakwa, atau dijatuhi hukuman, dikutip dari Reuters, Jumat (26/3/2021).

Sementara itu pemerintahan junta militer memberikan angka berbeda, 164 demonstran tewas, sementara sembilan personel pasukan keamanan tewas hingga Selasa lalu.

Pembunuhan dan kekerasan terhadap warga sipil memicu kemarahan serta sanksi dari beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil juga dikecam oleh beberapa tetangga Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

1 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

1 bulan lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

1 bulan lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

1 bulan lalu

Napi Narkoba Kabur dari Rutan Lampung sejak 2024, Akhirnya Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal