Pasukan Keamanan Myanmar Bunuh 320 Orang sejak Kudeta, 90 Persen Ditembak

Anton Suhartono
Pasukan keamanan Myanmar membunuh 320 warga sipil pascakudeta, 90 persen di antaranya ditembak (Foto: Reuters)

Menurut AAPP, 25 persen dari korban tewas akibat tembakan terkena peluru di bagian kepala. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa pasukan keamanan sengaja membunuh demonstran. Hampir 90 persen dari korban tewas merupakan laki-laki. Sekitar 36 persen di antaranya berusia 24 tahun ke bawah.

Korban termuda adalah Khin Myo Chit berusia 7 tahun yang ditembak di pangkuan ayahnya di rumah mereka Kota Mandalay, Selasa (23/3/2021). Sementara korban tewas paling senior adalah Win Kyi (78). Dia ditembak di Distrik Hlaing Thayar, Yangon, pada 14 Maret, saat di mana 50 orang demonstran ditembak mati sekaligus hari paling berdarah sejak kudeta.

Pernyataan AAPP ini senada dengan laporan Amnesty Internastional yang mencurigai cara pasukan keamanan dalam menangani demonstran.

"Semuanya menunjuk pada cara pasukan keamanan dalam mengadopsi taktik tembak-menembak untuk menekan unjuk rasa," kata Amnesty.

Pemerintahan junta membantah penggunaan kekerasan berlebihan dan berdalih tindakan yang mereka lakukan memenuhi aturan internasional dalam menghadapi situasi yang disebut sebagai ancaman keamanan nasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

1 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

1 bulan lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

1 bulan lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

1 bulan lalu

Napi Narkoba Kabur dari Rutan Lampung sejak 2024, Akhirnya Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal