Pejabat HAM PBB Sarankan Aung San Suu Kyi Mengundurkan Diri

Anton Suhartono
Aung San Suu Kyi (Foto: AFP)

"Dia bisa saja mengatakan,' Anda tahu, saya dipersiapkan untuk menjadi pemimpin negara secara nama saja, tetapi tidak dalam kondisi seperti ini'," kata dia, menambahkan.

Meskipun menjadi pemimpin Myanmar, perempuan 73 tahun itu tidak bisa ikut campur dalam urusan militer. Myanmar belum bisa lepas dari sistem pemerintahan junta militer.

Pembantaian terhadap muslim etnis Rohingya sudah terjadi sejak 2012 dan memicu kecaman komunitas internasional. Saat itu, 100.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Kekerasan terbaru terjadi pada Agustus 2017 yang memaksa 700.000 warga eksodus ke Bangladesh.

PBB menyebut militer Myanmar melakukan pembunuhan, pemerkosaan massal, penyiksaan, serta membakar perkampungan warga Rohingya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Yusril Dorong Revisi UU Tipikor, Ingin Perluas Cakupan Korupsi Bukan Ringankan Koruptor

9 hari lalu

Prabowo Jamu Sekjen PBB Guterres di Hambalang, Ini yang Dibahas

10 hari lalu

Sekjen PBB Antonio Guterres Tiba di Indonesia, Bakal Bertemu Prabowo

23 hari lalu

Di Simulasi PBB Ini, Anak Muda Terbuka Bahas Konflik Antarnegara hingga Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal