Pemerintah Belanda Tumbang, PM Mark Rutte Mengundurkan Diri gara-gara Masalah Imigran

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Mark Rutte. (Foto: Reuters)

Ketegangan memuncak pada pekan ini, ketika Rutte meminta dukungan kepada koalisinya atas RUU yang dibuat untuk membatasi masuknya anak-anak pengungsi perang yang sudah berada di Belanda. RUU itu bakal membuat keluarga pengungsi menunggu setidaknya dua tahun sebelum mereka dapat bersatu dengan anak-anak mereka.

Rancangan regulasi itu tidak didukung oleh Persatuan Kristen berhaluan tengan dan Partai D66 yang liberal. Kedua partai itu tidak suka dengan kebijakan imigrasi yang terlalu keras. Proses pembahasan RUU menemui jalan buntu.

Kendati sudah tumbang, koalisi Rutte tetap akan menjalankan fungsi sebagai pemerintah sementara sampai pemerintahan baru terbentuk setelah pemilu yang baru digelar. Proses ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

Kantor berita ANP melaporkan, Komisi Pemilihan Umum Belanda menyatakan bahwa pemilu mungkin baru bisa digelar setelah pertengahan November.

Dengan menyandang status sebagai pemerintah sementara, Kabinet Rutte kini tidak dapat lagi memutuskan kebijakan baru pemerintah. Akan tetapi, sang perdana menteri mengatakan, kondisi tersebut tidak akan memengaruhi dukungan Belanda untuk Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
6 hari lalu

Imigrasi Pastikan Tolak Visa Israel Houghton untuk Konser di Jakarta

9 hari lalu

KJRI Jeddah Pulangkan 15 WNI dari Saudi gegara Masalah Imigrasi, 12 di Antaranya Anak-Anak

20 hari lalu

Italia Larang Penggunaan Cadar bagi Muslimah di Sekolah, Batasi Pelajar Asing

26 hari lalu

Australia bakal Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal