Perusahaan-perusahaan tersebut mengatakan telah menjual kargo berisi bahan bakar ke perusahaan Citi Energy FZC yang berbais di Uni Emirat Arab. Tetapi, perusahaan tersebut belum membayar kesepakatan dengan alasan jatuh tempo pembayaran terganggu oleh penyitaan Amerika Serikat.
"Oleh karena itu, penggugat Mobin, Oman Fuel, dan Sohar Fuel mempertahankan saham finansial dalam perjanjian tersebut memiliki hak langsung atas penamaan, kepemilikan dan kendali atas properti tergugat," demikian pernyataan perusahaan penggugat dikutip dari Reuters, Rabu (2/9/2020).
Citi Energy tidak segera menanggapi gugatan perusahaan-perushaan tersebut. Citi Energy hanya membantah pernyataan Amerika Serikat yang menyebut pengiriman bahan bakar di empat tanker itu menuju ke Venezuela.