Pemilu Israel: Eisenkot Berpeluang Gantikan Netanyahu, Ini Syarat Berat yang Harus Dipenuhi

Anton Suhartono
Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot berpeluang menggantikan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri setelah hasil pemilu tidak menghasilkan pemenang (Foto: AP)

Setelah ditunjuk, Eisenkot memiliki waktu 28 hari untuk bernegosiasi dengan berbagai faksi politik. Masa tersebut bisa diperpanjang hingga 14 hari apabila diperlukan.

Jika gagal, Herzog dapat memberikan kesempatan kepada kandidat lain untuk mencoba membentuk pemerintahan.

Partai Arab Jadi Kunci, tetapi Ada Penolakan

Besarnya perolehan suara partai-partai Arab menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam kebuntuan politik Israel kali ini.

Gabungan Joint List dan Ra'am memperoleh 19 kursi, hampir dua kali lipat dibandingkan pemilu 2022 yang hanya menghasilkan 10 kursi.

Dengan tambahan dukungan tersebut, kubu Eisenkot secara matematis bisa menguasai 67 kursi parlemen. Akan tetapi, Eisenkot menghadapi dilema karena selama kampanye dia dan sejumlah sekutunya menegaskan tidak ingin bergantung pada dukungan partai-partai Arab.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Gawat! Iran Peringatkan Perang Bisa Meluas jika AS Menyerang Lagi

12 jam lalu

Trump Mungkin Serang Iran Habis-habisan jika Partai Republik Kalah Telak dalam Pemilu AS

19 jam lalu

Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dikecam usai Tuding Partai Arab Curang

1 hari lalu

Tak Ada Pemenang Pemilu Israel, Akankah Oposisi Gandeng Partai Arab Gulingkan Netanyahu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal