Reuters melaporkan, salah satu pilihan yang dapat ditempuh Eisenkot adalah membentuk pemerintahan minoritas dengan dukungan tidak langsung partai-partai Arab. Dalam skenario ini, partai Arab tidak harus menjadi bagian dari kabinet, tetapi dapat memberikan dukungan dalam pemungutan suara kepercayaan di parlemen.
Opsi tersebut tetap menghadapi hambatan politik besar karena sebagian anggota oposisi menolak kerja sama dengan partai Arab.
Di sisi lain, Netanyahu juga berusaha mempertahankan kekuasaan. Meski bloknya hanya menguasai 53 kursi, dia masih berpeluang memecah kubu oposisi dan menarik sejumlah anggota parlemen untuk bergabung dengan pemerintahannya.
Pilihan lainnya adalah membentuk pemerintahan persatuan nasional yang melibatkan partai-partai oposisi. Namun, skenario ini juga sulit karena Eisenkot selama kampanye berjanji mengakhiri pemerintahan Netanyahu.
Israel Terancam Pemilu Ulang
Apabila Eisenkot dan kandidat lainnya gagal membentuk pemerintahan, Israel berpotensi kembali menggelar pemilu parlemen.