Selama proses tersebut, Netanyahu tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara hingga pemerintahan baru terbentuk.
Situasi ini mengingatkan pada kebuntuan politik Israel pada 2019 ketika negara tersebut harus menggelar pemilu berulang kali karena tidak ada kekuatan politik yang mampu membentuk pemerintahan stabil.
Presiden Herzog telah meminta seluruh pemimpin partai membuka peluang kompromi agar Israel tidak perlu kembali menggelar pemilu.
Dengan demikian, masa depan pemerintahan Israel kini bergantung pada kemampuan Eisenkot mengatasi perbedaan di antara partai-partai oposisi, sekaligus mencari jalan untuk memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.